Menjaga lisan di Tengah Riuhnya Zaman.
Segala puji milik Allah Tuhan semesta alam. Solawat serta salam senantiasa tercurah pada Nabi agung Muhammad saw.
Dalam islam seorang muslim diperintahkan untuk senantiasa menghiasi diri dengan akhlak yang mulia. Sah satunya adalah kemampuan menjaga lisan sebagai bentuk kualitas keimanannya.
Seperti yang ditegaskan oleh Rasululloh saw :
“ Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam.” ( HR Buchori Muslim ). Hadis ini memberi pedoman yang sangat jelas bahwa lisan bisa menjadi sebilah pisau yang tajam yang apabila digunakan untuk hal-hal yang baik dan benar akan mendatangkan manfaat, namun apabila salah menggunakannya, ia bisa melukai dan menyakiti hati orang lain.
Dalam pepatah jawa “ Ajining diri ono ing lathi “ artinya harga diri seseorang dapat dilihat dari bagaimana cara dia berbicara. Ini menunjukka bahwa kualitas harga diri seseorang salah satunya bisa diukur dari cara bagaimana dia berbicara.
Bahaya Lisan yang Tidak Terjaga
Di era digital saat ini, dosa yang bersumber dari lisan mudah sekali terjadi. Kadang sering lupa jari jemari kita mengetik di sosial media yang pada hakikatnya sama dengan ucapan lisan.
Contoh bahaya besar akibat tidak menjaga lisan antara lain :
1. Ghibah dan Fitnah
Keburukan orang lain yang kadang tidak terasa kita bicarakan ( ghibah ) atau menyebarkan berita bohong ( fitnah ) termasuk perbuatan yang dibenci oleh Allah swt.
Dalam al-qura`an ada 3 dosa besar perbuatan yang dilarang ( berburuk sangka ( Su`udon ), Mencari-cari kesalahan orang lain ( Tajassus ) dan menggunjing ( Ghibah ) karena perbuatan tersebut dapat merusak persahatan, persaudaraan, Orang yang mmembicarakan aib orang lain ( ghibah ) diibaratkan seperti memakan daging saudaranya yang sudah meninggal ( Q.S Al-Hujurot : 12 )
2. Menyakiti Hati Sesama,
Perkataan yang kasar atau sindiran pedas dapat membuat seseorang merasa rendah dan hina bahkan rasa sakitnya membuat luka hati yang sangat membekas dibandingkan dengan luka fisik, termasuk mengolok-olok, memanggil dengan gelar buruk , mencela sebagai tanda kefasikan ( Q.S Al-Hujurot 11 )
Menjaga Lisan Bukti Ketaqwaan pada Allah swt
Menjaga lisan dengan berkata benar adalah perintah taqwa yang menjdi kunci perbuatan dan jaminan ampunan ( QS Al-Ahzab 70 – 71 )
Etika berbicara sesuai al-qur`an :
Perkataan ( Qaulan ) yang baik dalam islam menjadi standar dalam berkomuninkasi, diantaranya :
1. Qaulan Karima : Berkatalah dengan perkataan yang mulia dan lemah lembut ( Q.S Al-isra` : 23 )
2. Qaulan Ma`rufa : Berkatalah dengan perkataan yang baik , pantas dan santun ( Q.S An-nia` : 8 )
3. Qaulan Layyina : Berkatalah dengan perkataan yang lembut dan tidak kasar ( Q.S Toha : 44 )
Mari Menjaga Lisan
Sebagai seorang muslim , penting untuk berusaha menjaga lisan dari hal-hal yang tidak bermanfaat, antara lain langkah yang dapat kita lakukan agar selamat dari bahaya lisan :
1. Perbanyak zikir, solawat , Baca Al-qur`an : lisan yang sibuk memuji asma Allah selain mendapatkan pahala juga dapat menghindarkan dari membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat
2. Berpikir sebelum Berbicara : Tanyakan lebih dulu pada diri sendiri jika ucapan itu benar, penting dan perlu disampaikan , jika tidak maka diamlah, karena diam itu emas.
Kesimpulan :
Keselamatan dan kebahagiaan seseorang salah satunya bergantung pada lidahnya dalam berucap, dan mengontrol lidahnya. Mari kita berusaha menggunakan lisan kita untuk hal-hal yang baik, produktif, saling menasehati dalam hal kebaikan dan kesabaran . Semoga Allah swt melindungi dan membimbing lisan kita untuk bertutur kata yang santun dan bermanfaat.
Penulis : Sumsiyah.S.Pd.I
0 Response to "PENTINGNYA MENJAGA LISAN DALAM ISLAM BERDASARKAN AL-QUR~AN DAN HADIS"
Post a Comment